Minggu, 22 Januari 2012

Tata Surya




TATA SURYA

  1. Tata surya ialah susunan yang terdiri atas matahari dan benda benda langit lainnya yang beredar mengelilingi matahari sebagai pusatnya.
  2. Orbit ialah lintasan peredaran planet-planet mengelilingi matahari.
  3. Bintang adalah benda langit yang bercahaya.
  4. Planet-planet dalam tata surya kita ialah Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto.
  5. Planet tidak mengeluarkan cahaya sendiri, tetapi memantulkan cahaya matahari.
  6. Komet atau bintang berekor adalah benda langit yang mengandung gas-gas beku dan debu.
  7. Meteor adalah meteorid yang jatuh ke bumi.
  8. Asteroid adalah benda langit yang berupa kumpulan batuan dan terletak di antara planet Mars dan Yupiter.
  9. Planet merupakan benda langit yang tidak bercahaya dan selalu berputar pada orbitnya mengelilingi matahari.
  10. Planet melakukan dua gerakan, yaitu rotasi dan revolusi.
  11. Planet terbesar dalam tata surya adalah Yupiter.
  12. Planet yang paling kecil dalam tata surya adalah Merkurius.
  13. Planet diikuti oleh benda langit lain, yaitu satelit.
  14. Planet yang tidak mempunyai satelit adalah Merkurius dan Venus.
  15. Bumi merupakan satu-satunya planet yang dihuni oleh makhluk hidup.
  16. Asteroid adalah benda langit berukuran kecil yang berada di antara planet Mars dan planet Yupiter dan mengelilingi Matahari.
  17. Komet adalah benda langit yang terbentuk dari debu, es, dan gas yang membeku serta bentuknya panjang seperti ekor.
  18. Meteoroid adalah benda langit yang terdiri atas bahan padat seperti batuan dan logam yang terdapat di antara planet-planet. Bergerak dengan kecepatan tinggi. Meteoroid yang menembus atmosfer akan bergesekan dan hancur sebelum mencapai bumi. Batuan meteor yang sampai ke bumi dinamakan meteorit.
  19. Satelit merupakan pengiring planet. Satelit terbagi dua, yaitu satelit alam, misalnya bulan, dan satelit buatan, misalnya satelit Palapa.
  20. Gerak bumi pada porosnya disebut rotasi bumi. Pengaruhnya akan terjadi siang dan malam, gerak semu harian, dan pembagian waktu.
  21. Gerak bumi mengelilingi matahari disebut revolusi bumi. Pengaruhnya akan terjadi perubahan musim. Kemiringan sumbu rotasi bumi akan mengakibatkan perbedaan musim antara belahan bumi utara dan belahan bumi selatan.
  22. Tiga gerakan yang dilakukan bulan, yaitu berputar pada porosnya (rotasi bulan), mengelilingi bumi (revolusi bulan), dan bersama-sama bumi mengelilingi matahari.
  23. Waktu rotasi bulan sama dengan waktu revolusi bulan sehingga permukaan bulan yang tampak dari bumi selalu sama.
  24. Revolusi bulan mengakibatkan terjadinya fase-fase bulan.
  25. Kala rotasi bumi adalah 24 jam dan kala revolusinya 365 ¼ hari.
  26. Akibat dari gerak rotasi di antaranya terjadi pergantian siang malam, gerak semu harian matahari, perbedaan waktu di bumi.
  27. Akibat dari gerak revolusi bumi diantaranya terjadi pergantian musim, gerak semu tahunan matahari, penanggalan kalender masehi.
  28. Akibat gerak revolusi bulan terhadap bumi maka terjadi pasang naik dan pasang surut air laut, perubahan penampakan bulan dari bumi dan penanggalan kalender tahun Hijriah.
  29. Gerhana terjadi ketika bulan memasuki bayangan bumi atau sebaliknya.
  30. Ada dua macam gerhana, yaitu gerhana matahari dan gerhana bulan.
  31. Berdasarkan kala revolusi bumi, kalender Masehi ditentukan terdapat 12 bulan. Jumlah hari pada tahun Masehi adalah 365 hari sedangkan tahun kabisat kalender Masehi jumlah harinya menjadi 366 hari.
  32. Berdasarkan kala revolusi bulan, kalender Hijriah ditentukan terdapat 12 bulan. Jumlah hari pada tahun Masehi adalah 354 hari sedangkan tahun kabisat kalender Hijriah jumlah harinya menjadi 355 hari.
  33. Umbra: bayangan di bagian tengah yang sangat gelap.
  34. Penumbra: bayangan samar-samar di sekeliling umbra.
  35. Kalender masehi: kalender yang ditentukan berdasarkan kala revolusi bumi terhadap matahari.
  36. Kalender hijriah: kalender yang ditentukan berdasarkan kala revolusi bulan terhadap bumi.

Perbintangan


PERBINTANGAN

  1. Rasi bintang kalajengking; Rasi bintang kalajengking dapat kita lihat ketika memandang langit bagian tenggara. Bintang-bintang akan terlihat bergabung dan membentuk seperti kalajengking atau scorpio.
  2. Rasi bintang biduk; Rasi bintang biduk disebut juga rasi bintang beruang besar. Kita dapat melihat rasi bintang ini ketika memandang langit sebelah utara. Sekelompok bintang terlihat berkumpul membentuk formasi seperti beruang besar.
  3. Rasi bintang layang-layang; Rasi bintang layang-layang disebut juga rasi bintang pari. Kita dapat melihat rasi bintang layang-layang ketika memandang langit sebelah selatan. Rasi bintang ini biasanya digunakan sebagai petunjuk arah selatan.
  4. Rasi bintang waluku; Berbeda dengan rasi bintang yang lain, rasi bintang waluku dapat kita lihat ketika memandang langit di sore hari di antara sebelah timur dan barat. Rasi bintang ini dikenal juga dengan sebutan rasi bintang Orion. Pada jaman nenek moyang kita dulu, rasi bintang Orion dijadikan sebagai petunjuk untuk memulai bercocok tanam.